Fit for Fashion: Menjadi Percaya Diri, Membuat Hidup Lebih Berwarna




Oleh: Erfan Haryando

Tak terasa 10 minggu berlalu telah saya lewati demi eksistensi sebagai lelaki metropolitan yang selalu dituntut untuk tampil fit and fabulous dengan mengikuti program 10-Week Get Fit dari Fitness First Indonesia.

Saya sendiri merupakan seorang member FF yang sangat loyal. Mungkin jika salah satu mega gym ternama di Indonesia itu mengadakan award untuk member terloyal, saya yakin saya akan membawa pulang penghargaan itu setiap tahun.

Rasanya, ada yang kurang jika tak menginjakkan kaki di gym. Bukan hanya untuk berolahraga, tapi juga sekadar bertegur sapa dengan sesama anggota Geng Pagi — begitu sapaan saya kepada teman-teman gym yang ditemui tiap pagi di gym — wanita karir di sebuah agency iklan Wendy Soeweno, praktisi public relation Herwindra Sulistyobudi, dan pengusaha pakaian jadi Marlin Mikaela.

10-Week Get Fit merupakan sebuah program dari Fitness First yang diluncurkan berbarengan dengan dimulainya reality show Fit for Fashion musim kedua yang ditayangkan di Star World sejak 7 Januari 2016. Program ini dihadirkan untuk memotivasi penonton untuk ikut berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat, layaknya para kontestan Fit for Fashion.

Saya bersama ketiga anggota Geng Pagi lainnya telah melewati 10 minggu yang berkesan, meski pada akhirnya tim kami tidak berhasil keluar sebagai juara.

Para peserta diwajibkan untuk berpose dan mengunggahnya di media sosial masing-masing. Tim yang mendapatkan jumlah “Likes” terbanyak di Instagram menjadi faktor penentu kemenangan.

Latihan demi latihan kami lalui bersama, termasuk menentukan dress code setiap minggunya. Proses menuju tahap ini sangat menyenangkan. Selain dapat mengenal satu sama lain lebih dekat lagi, kami juga bersenang-senang bergaya di berfoto-foto. Kadang mengenakan gym outfit berwarna ngejreng seperti merah atau oranye, bahan warna-warni pelangi sekalipun. Di lain waktu hitam dan putih.

Pose demi pose kami hajar. Angle-angle terbaik pun tak luput dari perhatian. Lipstick andalan Marlin dan Wendy selalu menempel cantik di bibir para wanita. Enggak ketinggalan wax untuk rambut saya dan Windra.

Menang atau kalah itu bukan urusan utama. Yang penting, eksis. Itulah motto yang kami junjung tinggi hahaha.

Yang penting, kami bisa bergerak, berolahraga, dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Dimulai dengan beraktivitas setiap paginya.

Tak juara, tak masalah. Memang bukan itu tujuan akhirnya.

Toh, kami berempat merasa telah menjadi individu-individu yang lebih baik dari sebelum memulai program ini. Tak sedikit orang-orang di gym yang menoleh ketika kami berolahraga — atau kata anak-anak sekarang, hiets banget.

Kami sadar, bahwa penampilan merupakan hal yang mutlak dijaga, apalagi di media sosial. Terlebih lagi, nama program ini Fit for Fashion. Fit saja tidak cukup, tapi harus fashionablejuga. Ya, mirip-mirip deh sama slogan LelakiMetropolitan.com, Fit and Fabulous.

10 minggu telah berlalu. Pada Minggu, 13 Maret, lalu, program ini resmi ditutup dengan menghadirkan pemenang Fit for Fashion musim dua, Jackie Zapata, dari Filipina. Trainer dan juri Fit for Fashion, Mitch Chilson, juga datang ke Jakarta untuk bertemu para anggota FF dan berolahraga bersama pada acara Car Free Day di fX Sudirman.

Satu pelajaran yang saya petik dari program ini, yaitu selain kekompakan tim, fitness tidak hanya sekadar untuk mendapatkan tubuh yang indah, tapi juga membuat kita menjadi lebih percaya diri, lebih kreatif, lebih mencintai diri sendiri, dan tentunya, membuat hidup ini lebih berharga.


Comments