Alasan Supaya Tampil Oke Saat CFD




Oleh: Erfan Haryando

Sebagai seorang pekerja kantoran yang memiliki banyak side job, hari Minggu adalah saat yang tepat untuk memanjakan diri.

Jika jadwal Minggu saya kosong, biasanya saya akan menghabiskan waktu itu untuk menyenangkan diri sendiri. Bangun siang, WhatsApp gebetan, brunch, ngegym, dan rentetan kegiatan lainnya yang membuat wajah dan tubuh ini kembali fresh untuk menyambut Senin dan segala aktivitas yang padat merayap.

Tak pernah terbayangkan buat bangun pagi di hari Minggu (kecuali untuk salat Subuh, ya, dan biasanya dilanjutkan tidur lagi hingga matahari di ujung kepala). Apalagi harus berlari-lari kecil di sepanjang Jalan Thamrin dan Jalan Sudirman. Aduh, membayangkan saja malas, apalagi harus melakukannya.

Tapi entah mengapa pada suatu Sabtu yang sudah lalu, saya mengiyakan ajakan teman untuk datang ke sebuah acara di car-free day (CFD). Memang ada yang pertama untuk apapun, termasuk ke CFD. Ya, sekalian nemenin temen yang baru ditinggal pacarnya.

Menghibur orang lain yang sedang sedih memang sudah menjadi semacam kewajiban bagi saya. Tentunya selain pahala yang didapat, ya siapa tahu saya bisa menggantikan posisi pacarnya. Secara teman saya itu seseorang yang bisa dibilang kece dan enggak memble (Duh, jadi ketahuan deh umurnya kalau udah keluar kata-kata ini).

Enggak heran kalau saya dijuluki “charger” oleh teman-teman. Katanya sih, saya dapat menularkan energi positif, terutama ketika mereka sedang sedih (Handphone kali, ah).

Segala persiapan lari pun dilakukan. Sarapan dua butir telur setengah matang, roti bakar isi srikaya dua tangkap, air mineral, dan tentunya kopi sebagai mood booster. Semua saya habiskan dalam kurang dari setengah jam. Biar larinya kuat, saya pikir.

Kami pun bertemu di depan Ratu Plaza. Dengan membawa sebuah tas besar yang berisikan handuk untuk menyeka keringat dan perlengkapan kameran andalan, selangkah demi selangkah kami berlari kecil menyusuri Jalan Sudirman menuju Bundaran HI.

Sambil mendengarkan curhatan teman yang baru putus itu, mata saya menyapu jalanan. Terkadang menangkap satu atau dua mahkluk manis yang juga sedang berlari. Maksudnya hewan peliharaan yang dibawa jogging oleh si empunya. Eh tapi yang manis hewannya atau pemiliknya, ya?

Anyway, semakin siang makhluk-makhluk manis ini semakin banyak jumlahnya. Mungkin ini balasan dari Tuhan yang ingin menyenangkan saya karena berniat untuk menyenangkan hati teman yang sedang gundah gulana. Untunglah Minggu pagi itu, saya mengenakan setelan olahraga favorit dengan rambut tertata rapi ala cover boy majalah remaja.

Tak terasa kami pun tiba di Bundaran HI setelah berlari-lari kecil beberapa saat. Rasanya sudah cukup untuk sesi curhat kali ini. Seperti biasa, saya menyarankan sang kawan untuk bersabar dan menerima kenyataan. Kalau memang jodoh, pasti tidak akan lari kemana.

Kami kemudian bergegas untuk mencari sarapan ronde kedua. Sambil berlalu, saya pun berjanji pada diri sendiri untuk kembali ke CFD lagi dan lagi, dengan atau tanpa teman saya.

Karena ternyata, selain membuat hidup lebih sehat dan menghirup udara pagi, hati pun dibuat bahagia walaupun hanya sekadar mengagumi makhluk-makhluk manis ciptaan Tuhan.

Eh, tapi bener deh. Lari di CFD itu bisa mengobati jenuh daripada cuma lari di atas treadmill. Enggak percaya? Cobain, deh.

Biar kamu semakin percaya diri saat ke CFD, berikut kiat-kiatnya:
  1. Pakailah pakaian olah raga terfavorit dengan warna yang matched antara atasan dan bawahan
  2. Tata rambut seperti mau beraktivitas di kantor alias rapi (bukan tidak mungkin kamu bertemu jodohmu di CFD)
  3. Gunakan sunscreen untuk mengamankan kulit tubuh dan wajah dari sinar matahari
  4. Tidur cukup malam sebelumnya agar terlihat fresh di pagi hari
Cek kerennya para lelaki metropolitan saat CFD di bawah ini:




Foto oleh: Erfan Haryando



Comments