Apa itu ‘Fasted Cardio’?



Oleh: Abdul Qowi Bastian

Seorang kawan bertanya, “Qowi, ngerti fasted cardio, nggak?”

Fasted cardio, atau latihan kardio saat perut kosong, dianjurkan bagi mereka yang memiliki kadar lemak tubuh tinggi dan ingin menguranginya.

(INGAT! Kamu tidak bisa menambah massa otot dan mengurangi kadar lemak pada saat yang bersamaan. Tentukan tujuanmu.)

Idealnya, fasted cardio dilakukan di pagi hari setelah bangun tidur dan sebelum sarapan. Mengapa? Karena pada saat itu, tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi.

Menurut sebuah studi di British Journal of Nutrition, melakukan cardio saat perut kosong dapat membakar lemak 20 persen lebih banyak.

Tapi apakah fasted cardio cara yang paling efektif untuk membakar lemak? Belum tentu. 

Karena salah satu faktor utama pembakaran lemak adalah detak jantung, bukan seberapa banyak keringat yang membasahi kaos gym-mu.

Biasanya, saat melakukan fasted cardio, seseorang akan memilih berlari di atas treadmill selama kurang lebih 30 menit dan melakukannya sebanyak 3 hingga 4 kali dalam seminggu. Atau, dengan kata lain, latihan berintensitas rendah.

Sebaliknya, apakah kamu sudah pernah dengar tentang High Intensity Interval Training(HIIT)? Sesuai dengan namanya, HIIT adalah sebuah latihan berintensitas tinggi yang memacu detak jantung agar berdetak lebih cepat.

Saya akan membahas soal HIIT di tulisan berikutnya.

Stay humble. Stay hungry. And do the best you can.

Comments