Cerita Perempuan: Apa Perempuan Mandiri Dilarang Jatuh Cinta?




Oleh: Ayu Meutia Azevy

Kamu adalah perempuan berjiwa mandiri. Kemana-mana sudah biasa sendiri, nggak mengharapkan dijemput cowok bermobil pribadi. Makan, nonton, ngegym, belanja bulanan…  tanpa perlu ditemani. Orang-orang terdekatmu heran kamu karena nggak mengeluh sama sekali. Padahal, bagimu jalan sendirian itu lebih praktis. 

Kamu sangat yakin dengan kemandirianmu dan kebiasaanmu dalam menikmati sepi. Sampai suatu saat datanglah seseorang, yang membuatmu meninggalkan kebiasaan-kebiasaanmu itu. Meskipun awalnya canggung, kamu mulai terbiasa dengan kehadiran dia. Rasanya aneh ditanyakan kabar dan menunggu kabar dari dia. 

Ini bukan kamu sama sekali. Tiket nonton sendiri berubah menjadi ganda, kamu mulai memasukkan lagu kesukaannya di playlist Spotify-mu sampai mencari tahu tentang klub sepak bola favoritnya.

Pusat duniamu kini bukan berada di dirimu, mendadak, dia yang makin mendominasi isi kepalamu. 

Apakah ini aku?

Ini bahaya! Kamu sudah mendengar pahit-pahitnya cerita cinta sahabat-sahabatmu. Mulai dari kisah friendzone sampai diselingkuhi berkali-kali. Kamu melihat sahabatmu sendiri yang menangis di pangkuanmu dan mengobati hatinya berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Inilah jadinya kalau perempuan tidak punya pendirian dan mudah terlena dengan buaian manis laki-laki. Makanya jadi perempuan itu harus ada tujuan, jangan mengharap ke laki-laki saja.

Dulu, kamu sangat mudah menghakimi teman-temanmu yang patah hati. Kamu pun berjanji tidak akan menjadi menyedihkan seperti mereka, karena perempuan mandiri berbeda. Perempuan mandiri tidak butuh siapa-siapa.

Aku mampu sendiri. Sendiri bukan berarti sepi!

Tapi kenyataannya, jatuh cinta membuatmu menggigit lidahmu sendiri.

Dia tiba-tiba menghilang dan tiba-tiba kamu seperti kehilangan keseimbangan. Tanpa dia, untuk bangun pagi saja susah, apalagi menjalani hari-hari seperti biasa. Rasanya kamu hidup seperti zombie. Rasanya ada awan kelabu yang terus mengikuti kamu kemana-mana.

Apakah ini tandanya aku mencintai dia lebih dari aku mencintai diriku sendiri? Betapa bodohnya aku!

Kamu mulai menyesali dan menyalahkan dirimu sendiri. Kamu mulai lesu dan enggan menyebut dirimu mandiri.

Apakah kamu tahu apa yang sedang terjadi?

Temanku, selamat! Ini adalah babak baru hidupmu. Tidak mudah meluruhkan ego, namun kekuatan cinta dan kelembutan hatimu berhasil. Meskipun kamu tumbuh dengan keyakinan bahwa perempuan bisa mandiri, tapi suatu hari, kamu juga akan melakukan hal-hal bodoh untuk cinta. Percayalah, bukan kamu seorang yang mengalami hal ini. Teman-teman perempuanmu bahkan yang tercerdas dan tercantik sekalipun pernah mengalami hal yang serupa. 

Saat mereka memberikanmu nasihat yang tajam, semoga hatimu berbesar untuk menerimanya.

Adalah bukan hal asing untuk mendambakan teman untuk menghiasi sepimu, adalah hal yang wajar untuk menginginkan pasangan yang bisa mengiringi semangat hidup dan intelektualitasmu; kamu adalah perempuan yang tangguh, itu keunggulanmu dan jangan sampai ada orang yang berkata sebaliknya.

Namun, kamu juga harus ingat, setiap orang mempunyai kehendak masing-masing. Hal yang paling sulit untuk kamu terima adalah kamu tidak bisa mengubah kehendak dia. Suatu hari dia akan pergi dengan atau tanpa alasan yang jelas. Suatu hari kamu akan menyadari kekurangan dia meskipun begitu kamu yakin dia bisa berubah. Tapi sekuat apapun kamu mencoba menginspirasinya, dia tidak akan berubah kecuali muncul kesadaran dari dalam dirinya.

Ternyata aku lebih jago belajar dan bekerja dibandingkan mengetahui hati & kepala cowok, ya.

Entahlah. Mungkin cowok juga akan beranggapan sama. Yang jelas kamu tidak bisa memungkiri adanya jatuh hati dan patah hati. Kata orang-orang keduanya adalah satu paket. 

Ada juga yang bilang kamu harus lebih pandai mengatur ekspektasi dan menyadari kalau setiap hubungan punya lini waktu masing-masing.

Terserah padamu, mana nasihat yang mau kamu dengar, mana yang mau kamu buang. Sekali lagi berbanggalah, karena hatimu berfungsi dengan baik. Ia telah membuatmu merasakan cinta, damai-damainya dan gila-gilanya.


Ayu Meutia adalah seorang copywriter di sebuah agensi kreatif independen di Jakarta dan pencinta puisi. Kunjungi buah pemikirannya di adjoemoetia.blogspot.com.

Comments