Scitec One B Model: Perpaduan Body Contest dan Male Pageant Perdana di Indonesia


Para finalis, juri, dan panitia Scitec One B Model di Jakarta, 18 November 2018. Foto: Abul/Reps

Oleh: Ibrahim Musa

Ajang body contest sudah begitu menjamur di Indonesia. Hampir setiap minggu pasti ada body contest, bukan hanya di kota besar, tapi juga di daerah-daerah di pelosok negeri. 
Pencarian bibit-bibit baru di industri fitness memang bukan hal yang baru.

Tapi yang baru dan fresh adalah penggabungan antara body contest dan male pageant, seperti yang terjadi di ajang Scitec One B Model Competition yang digelar di One Bell Park Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Minggu, 18 November, lalu.

Acara yang digelar oleh distributor suplemen Sportisi Indonesia itu menjaring bakat-bakat muda di mana pemenangnya akan dijadikan brand ambassador salah satu suplemen ternama dunia, Scitec Nutrition.

Scitec Nutrition sendiri sudah rutin menggelar body contest di Indonesia melalui ajang Men of Steel yang digelar tiap tahunnya sejak 2015 silam. 

“Tercetusnya ajang ini karena sudah banyaknya ajang bodycontest setiap bulan bahkan minggunya. Untuk itulah Scitec Indonesia menyediakan wadah terbaru kepada fitness mania Indonesia dengan konteks pageant,” kata Alfian Lutfi, promotor Scitec One B Model, kepada Majalah Reps.

Beda dengan body contest pada umumnya, pada sesi pertama, peserta diwajibkan mengenakan pakaian formal dengan kemeja, jas dan dasi untuk berjalan (catwalk) di atas panggung. Sesi kedua mengharuskan peserta yang berjumlah 13 orang itu untuk tampil shirtless dengan gaya masing-masing. Ada yang mengenakan celana pantai layaknya body contest, ada yang mengenakan jeans, tapi ada pula yang mengenakan sarung khas Bali seperti yang biasa dipakai Ade Rai saat tampil sebagai guest poser, hingga ada yang perform dengan peralatan lengkap atlet balap motor, sampai bawa helm segala!

Dari kedua sesi tersebut, dipilih 10 besar, di mana pada tahap berikutnya, kesepuluh peserta menunjukkan bakatnya. Ada yang menyanyi, ada yang stand-up comedy, ada yang pose ala binaraga. Namun yang berhasil mendapatkan penghargaan best talent adalah Tirta yang menampilkan bass solo.

Sedangkan pada sesi terakhir, ke-10 finalis, layaknya ajang pageant, diberi pertanyaan dari para juri dan harus menjawabnya dalam waktu kurang dari satu menit. Keempat juri adalah Manhunt Indonesia 2017 Abdul Qowi Bastian, celebrity personal trainer Heintje Pojoh, finalis L-Men of The Year 2010 Jimmy Sugianda, dan model Scitec Nutrition Rinco Berlian. 

Sejak awal, ada satu kontestan yang sudah menyita perhatian para juri dan penonton. Ialah Ryan Kim, seorang berkebangsaan Korea Selatan. Selain memiliki paras yang tampan dan tubuh yang ideal, penampilannya dari sesi awal hingga bakat begitu memikat. Meski bisa dibilang ia tidak menampilkan bakat yang wow, tapi kemampuannya menarik perhatian dengan bergoyang dangdut dengan lagu Sayang-nya Via Vallen mendapat nilai plus di mata para juri.

Sayang, karena keterbatasan bahasa Indonesia, pria yang sudah tinggal di Indonesia selama 3 tahun itu, agak melempem saat sesi tanya jawab. Meski demikian, ia tetap berhasil keluar sebagai juara pertama Scitec One B Model perdana. 

Selain itu, Ryan pernah juga menjadi juara pertama kategori Men’s Street Model pada kompetisi ICN di Gold Coast, Australia, pada Oktober 2018 lalu. 

“Total ada sekitar 13 orang peserta yang turut andil dalam ajang perdana Scitec One B Model ini. Meski tergolong muda, acara ini dikemas secara professional layaknya ajang pageant yang sudah-sudah,” tutur Alfian.

Nah, buat kalian para lelaki yang pengen mencoba ajang baru, Scitec One B Model ini bisa dipantau, nih. 

Comments