Berhenti Modeling, Dosen Matematika Pietro Boselli Luncurkan Petra Sportswear



Oleh: Ibrahim Musa

Buat para penggemar fashion modeling, nama Pietro Boselli udah pasti gak asing lagi di telinga. Ya, hidup dosen matematika ini berubah setelah salah satu mahasiswanya menyebarkan fotonya saat lagi mengajar ke media sosial beberapa tahun lalu.

Netizen pun kesenangan karena Pietro dianggap sebagai sosok laki-laki yang hampir sempurna: Wajah ganteng, badan keren, otak encer pula. 

Dalam sebuah video di channel YouTube WWD, Pietro mengaku, sejak saat itu ia langsung dianggap sebagai influencer di media sosial.

Suddenly I was a social media influencer!” kata pemilik gelar PhD in Engineering dari University of College London (UCL) itu. Kini, akun Instagramnya udah memiliki 2,6 juta pengikut. 

Karier modelingnya pun langsung meroket. Ia pernah menjadi model Armani Junior, berjalan di berbagai runway fashion week di Eropa, hingga didapuk menjadi brand ambassador Bench Body. 

Dalam video tersebut juga terungkap bahwa Pietro kini sudah pensiun menjadi model dan mencoba peruntungannya di jalan lain, baik sebagai akademisi atau fashion designer.

Yang terbaru, ia meluncurkan clothing line miliknya yang diberi nama Petra, sportswear buatan Italia, negeri kelahirannya, yang ditujukan untuk millennials yang aktif dan modern.

“Saya memiliki minat yang sangat besar terhadap fitness. Saya memiliki latar belakang desain dari belajar engineering. Saya juga sangat familiar dengan industri fashion dan proses kreatif produk-produk fashion,” katanya.

Masuk akal jika ia menggabungkan ketiga minat dan keahliannya untuk menciptakan Petra, sebuah brand sportswear. 

Salah satu produk teranyar Petra adalah The Beryl Jacket, di mana “beryl” berasal dari nama mineral yang mengandung emerald dan aquamarine. The Beryl Jacket untuk saat ini hanya dijual sebanyak 80 buah dan dibuat dengan tangan oleh individu di Italia. 

“Saya ingin menciptakan brand yang mengombinasikan fashion dan aspek teknis performance-nya,” ujarnya. 

Desainnya pun unik, ala-ala jaket tahun 1980an, tapi menggunakan teknologi terkini. Ukurannya pun dibuat oversize tapi enggak kegedean buat pemakainya. Dijamin tetap terlihat modis dan trendy. 

Dan menariknya, jaket ini terbuat 100 persen dari botol air kemasan plastik, lho! Jadi dijamin produk ini ramah lingkungan. Keren, kan? Ya, walaupun memang harganya jadi sedikit mahal sih, sekitar 600 poundsterling (Rp1,1 juta rupiah) untuk satu buahnya. 

“Saya melihat diri saya sebagai seorang pengusaha. Itu artinya, saya ingin membuat ide-ide saya menjadi realita,” ucapnya.

Cek Instagram @petra.design atau kunjungi website www.petra.design. untuk selengkapnya. 

Lihat juga desain-desain Petra The Beryl Jacket di bawah ini. Kamu tertarik membelinya?








Comments