Ifan ‘Seventeen’ Adalah Seorang Lelaki Hebat dan Kuat



Oleh: Ibrahim Musa

Hati ini pilu terasa saat menyaksikan Instastory milik Ifan, vokalis band Seventeen. Di story tersebut, dia menulis, “Alhamdulillah kita udah semobil lagi. Yuk, pulang yuk” sambil jari-jemarinya mengusap-usap keranda berbalut kain hijau yang menutupi jenazah istrinya, Dylan Sahara.

Setelah menghilang dua hari pasca diterjang ombak tsunami di Anyer, Banten, Sabtu malam, 22 Desember, Dylan akhirnya ditemukan dalam kondisi wafat di RSUD Pandeglang, Banten. 

Perjuangan Ifan mencari istrinya tidak mudah. Ia mencari satu demi satu rumah sakit di Banten untuk menemukan istrinya. Ifan juga mengunggah sebuah Instastory dengan latar hitam putih bertuliskan, “Aku masih di sini, enggak ke mana-mana. Aku jemput kamu, kita pulang sama-sama sayang ya. Tunggu, ya.”

Ifan juga meng-upload ke Instagram fotonya bersama sang istri berlatar pegunungan bersalju. Dalam caption foto, ia menulis, “Alhamdulillah udah ketemu istriku @dylan_sahara. Makasih ya temen-temen doanya, cuma Allah yang bisa bales kebaikan temen-temen. Minta tolong kirimin Al-Fatihah ya buat istriku. Insya Allah khusnul khotimah. Allahumma amin.”

Sungguh sebuah kabar yang menyesakkan, menemukan istri yang kita cintai dalam keadaan tak bernyawa. Apalagi sebelumnya kemarin, Minggu, 23 Desember, pemilik nama lengkap Riefian Fajarsyah juga meng-upload foto lainnya bersama sang istri. 

Di sana ia menulis, “Hari ini kamu ulang tahun, aku mau ucapin langsung, cepet pulang sayang.”

Tak hanya istri, Ifan juga ditinggal oleh 3 rekan sejawatnya dalam band Seventeen. Ketiga personel lainnya; bassist Awal “Bani” Purbani, gitaris Herman Sikumbang, dan drummer Windu Andi Darmawan, meninggal dunia. 

Ifan, sebagai satu-satunya member yang tersisa, mengucapkan pamit dari band Seventeen melalui caption foto Instagram bersama ketiga kawannya. 

“Mewakili Mas Andi, Mas Herman, dan Mas Bani, kalau selama 20 tahun kurang 20 hari kami berkarya ada salah tutur kata maupun perbuatan yang kurang berkenan, aku memohon maaf yang sedalam-dalamnya,” tulisnya. 

Lalu ia menulis kalimat yang maknanya terasa nyata dan menusuk sanubari, “Pamit terima kasih dari kami, Sahabat sepanggung sehidup semati, Seventeen”.

Begitu mengharukan perjalanan band yang akan memperingati 20 tahun kariernya di industri musik. Kalimat “sepanggung sehidup semati” terasa lebih menyanyat karena di atas panggung lah Ifan terakhir kali berdiri bersama-sama Bani, Herman, dan Andi.

Panggung di tepi pantai sebuah resort di Anyer itu ambruk diterjang ombak tsunami ketika Seventeen sedang memainkan lagu kedua Sabtu malam itu. Mereka tengah mengisi acara karyawan perusahaan sebuah BUMN. 

Istri Ifan turut mendampingi suaminya di dekat panggung ketika panggung itu roboh. Selain ketiga personel Seventeen, manajer band tersebut, Oki Wijaya, juga dinyatakan meninggal dunia.

Tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa tabahnya Ifan menghadapi cobaan seperti ini, kecuali mungkin sepenggal lirik dari lagu Seventeen, Lelaki Hebat.

“Aku kan selalu tetap berdiri
Merasa hebat, merasa kuat”

Dear Ifan, semoga kamu senantiasa merasa hebat dan kuat. Semoga almarhum Bani, Herman, Andi, dan Oki, dan almarhumah Dylan khusnul khotimah dan diterima di sisi-Nya. 

Comments