Jokes Bapak-bapak yang Bikin Risih dan Sebaiknya Gak Dibercandain



Oleh: Abdul Qowi Bastian

Jokes bapak-bapak kadang terdengar garing. Kebanyakan kita yang ngedengernya mungkin akan senyum atau ketawa gak enak, bersikap sopan supaya enggak menyinggung perasaan bapak-bapak, apalagi kalau bapak-bapak itu adalah om atau atasan kita di kantor.

Bagi sebagian laki-laki mungkin bakal ada yang menimpali dengan jokes-nya yang gak kalah garing. All in good fun, right? Unless… jokes bapak-bapak yang mengarah seksis dan membuat si penerima jokes, khususnya perempuan, merasa gak nyaman saat mendengarnya, terlebih ketika si perempuan tersebut menjadi objek lelucon tersebut.

Baru-baru ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapat apresiasi karena beliau berani speak up terhadap seorang bapak-bapak, yang notabene adalah pejabat kementerian, yang mencoba melawak di sebuah acara resmi pemerintahan. Bapak-bapak itu adalah Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Dalam sambutannya pada acara peluncuran digitalisasi pembiayaan Ultra Mikro di Jakarta, Pak Latif menyelipkan candaan. Katanya, bapak-bapak jangan sering ke luar kota karena dikhawatirkan si istri akan menikah lagi, saking seringnya ditinggalin. 

Ketika waktunya berbicara di depan hadirin, Ibu Sri Mulyani menyempatkan diri untuk menegur Pak Latif. Katanya, “Saya rasa itu jokes yang sangat seksis. Saya sampaikan ini sebagai bentuk keberpihakan kepada perempuan menjaga martabat mereka tidak hanya sebagai objek.”

Ternyata, kaum perempuan, kita sadari atau tidak, memang sering menjadi objek lelucon seksis, baik di lingkungan profesional pekerjaan atau sosial. Mungkin kita pula secara gak langsung pernah melontarkan jokes seperti itu.

Untuk mengetahui pendapat para perempuan, saya bertanya kepada beberapa teman perempuan, apakah mereka pernah mendengar jokes bapak-bapak yang membuat mereka risih dan gak nyaman? Atau malah mereka pernah menjadi objek candaan bapak-bapak? Berikut responnya:


Anisa Menur Maulani

Lebih tepatnya, "Ada yang GAK pernah denger jokes begitu dari bapak-bapak gak?" 

Saking seringnya gue bahkan akan kagum kalo ketemu bapak-bapak yang gak begitu. Gue bahkan bingung mau cerita yang mana saking banyaknya kejadian. Yang pasti gue pernah ribut sama Pakde sendiri di grup WhatsApp keluarga karena jokes begini.

Oh ya, dan ini gak cuma orang Indonesia aja. Kolega gue pernah meeting sama bapak-bapak orang Jepang. Pas lagi ribet-ribetnya, si bapak enteng aja bilang, "Kamu buka baju aja biar kita semua gak pusing."

Putri Minangsari

"Mbak ini penampilannya selera bule ya? Pasti pacarnya bule kan?" Nggak dijawab, tetep aja ngoceh, "Kenapa sih suka bule? Enakan lokal lho Mbak."

Ruby Astari

Pernah, saat bapak-bapak melihat gue trus bilang badan gemuk bikin mereka "gemes" (gue bisa tau dari cara mereka gregetan dan muka mereka yg berekspresi mesum, konteksnya pasti seksual.) 

Gak pantes, karena ngomong terus terang gitu sama gue yg sama sekali gak mereka kenal. Bahkan kalo kenal pun tetep gue anggep kurang ajar. Kalo pun sampai ada yang bilang gue baperan dan gak ngerti itu cuma bercanda, entah orangnya pasti juga brengsek atau bego atau dua-duanya.

Dimeitry Marilyn

Waktu aku sama kawan nyebut mau lanjutin kuliah S2, tiba-tiba ada bapak-bapak nyamber di dalem kereta. Dia ngomong, “Ngapain kuliah tinggi-tinggi, Mbak? Cewek itu tugasnya cuma beranak, dapur, sama besarkan anaknya aja itu udah cukup. Pendidikan tinggi juga gak kepake nantinya.” 

Di situ gue balikin lagi. “Pendidikan buat perempuan itu penting, Pak. Kalo kita bodoh bagaimana kita bisa bimbing anak-anak kita cerdas nantinya. Ngandelin laki-laki jaman sekarang banyak yang selingkuh dan enggak tanggung jawab. Kalaupun gak selingkuh, bisa aja suami kita di=PHK atau sakit parah. Siapa yang pegang keuangan keluarga kalau bukan ibunya. 

“Jadi jelas pendidikan penting kan, Pak, buat pancingan cari nafkah ke depannya. Lagipula agama aja udah ngomong, Pak, jangan bergantung sama orang lain, termasuk pasangan hidup kelak.”

Di situ bapaknya mingkem. Seneng banget gue.

Ayu Meutia

Gue risih dengan body shaming jokes dan ketika bapak-bapak mulai bercanda tentang berbagi istri/nambah istri.



Itu adalah sekelumit pengalaman para perempuan di Jakarta. Gimana dengan kalian, apakah pernah punya pengalaman yang sama? Share cerita kalian lewat akun media sosial Lelaki Metropolitan di Facebook, Twitter, atau Instagram, atau email ke lelakimetropolitanid@gmail.com.

Comments