Suplemen Fitness yang Bagus Buat Pemula Apa, Ya?




Oleh: Abdul Qowi Bastian

Pagi itu gue mendapat pesan di WhatsApp.

“Qowi, aku baru mau mulai ngegym, nih. Suplemen fitness yang bagus apa ya? Aku mau nurunin berat badan, udah kegemukan nih rasanya,” kata seorang kawan laki-laki. 

Usianya akhir 20-an. Tingginya 175 cm dengan berat badan lebih dari 80kg.

Setiap ada orang yang bertanya mengenai suplemen, yang perlu kita bilang ke mereka adalah, kita harus ingat bahwa suplemen itu hanya … suplemen.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “Suplemen” diartikan sebagai sesuatu yang ditambahkan untuk melengkapi. Jadi, suplemen itu hanya merupakan tambahan, bukan sesuatu yang wajib dikonsumsi ketika kita ngegym, entah buat ngebentuk otot atau nurunin kadar lemak tubuh.

Itu yang penting dan pertama-tama harus kalian pahami. 

Gue mau cerita sedikit waktu gue awal ngegym sekitar tahun 2012an. Gue inget banget, waktu itu lagi pemanasan lari di atas treadmill, ada seorang personal trainer (PT) yang nyamperin gue dan ngajak ngobrol.

“Mas, sampeyan kan rajin ngegym. Minum suplemen aja biar cepet gedenya,” kata PT itu.

Awalnya gue ragu, aman gak sih minum beginian? Apa efek sampingnya? Harganya berapa? Suplemen jenis apa yang perlu gue minum? Merknya apa? 

Banyak banget kan pertanyaannya? 

Dan akhirnya, setelah mikir di rumah selama beberapa hari, gue mengiyakan tawaran si PT itu. Gue beli suplemen whey protein yang dia rekomendasiin. Dan bener aja dong, dalam beberapa bulan badan gue cepet gedenya (tapi basah, enggak kering). 

And I thought to myself, “this sh*t really works!”

Tapi ternyata suplemen whey protein itu bukan minuman ajaib atau yang orang sering bilang, “susu otot”. Keinginan gue untuk terus berlatih konsisten dan mempelajari pola nutrisi itulah kuncinya. Itu juga yang perlu kalian tau dan sadari, bahwa suplemen itu enggak wajib. 

Suplemen, dalam bentuk apapun, itu enggak akan berguna kalau kalian enggak memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Rumus sederhananya adalah, kalau ingin menaikkan berat badan, konsumsi kalori atau makan lebih banyak. Dan sebaliknya jika ingin menurunkan berat badan, konsumsi kalori atau makan lebih sedikit.

Kalau kalian udah eneg sama dada ayam hambar dan enggak bisa memenuhi kebutuhan protein harian, barulah mengonsumsi suplemen whey protein yang dibutuhkan untuk melengkapinya. Ingat, suplemen bukan pengganti, tapi penambah atau pelengkap.

Comments